Senin, 30 Juli 2018

SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM Day 1

Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah, Allah beri nikmat keselamatan hingga sampai di Indonesia setelah 3 hari lamanya kami mendapat kesempatan untuk berlibur ke Singapura. Aku Habibah, bersama 5 orang teman lainnya : Mar'ah, Kak Ira, Kak Isra, Thama dan Taufiq tergabung dalam satu kelompok. Yang namanya berkelompok, pastilah tak semua kepala berisi sama. Perbedaan tentunya selalu menghiasi.  Warna-warni perbedaan inilah yang ternyata membuat kami terlihat kompak, karena saling melengkapi, hehe Alhamdulillah...

Banyak orang bilang, bila ingin mengetahui sifat dan sikap seseorang, maka bersafarlah bersama paling sedikit tiga hari. Terbukti benar, sifat dan sikap kami terungkap selama kami bersafar, berjalan bersama di Singapura. Masya Allah betapa indahnya perbedaan jika disatukan dan saling melengkapi satu sama lainnya. Yang awalnya kami belum terlalu mengenal, akhirnya kami mengenal satu sama lain dan menambah lembaran cerita pengalaman mengesankan kami masing-masing. 

Sebenarnya, aku sendiri bingung harus memulai cerita darimana, karena terlalu banyak cerita seru yang akan menjadi kenangan bagi kami. Ceritanya pun bila diceritakan takkan habis-habis. Pun ingin dituliskan akan betapa panjang walau hanya tiga hari kami lalui hari bersama (hehe lebay, tapi beneran!). Tulisan ini hanya sepenggal dari beberapa kisah momen kami.

Jauh hari sebelum keberangkatan, saat di kampus kami memesan hostel di daerah Little India melalui aplikasi.Kami memesan 1 hostel yang sama dengan 2 kamar yang berbeda. Agar kami terus bersama, tak terpisah-pisah di negara orang, hehe. Memesan hostel saja perlu debat panjang antara tim lelaki dan perempuan, hahah, bayangkan saja, kami mulai berkumpul dari waktu setelah ashar hingga tiba adzan maghrib barulah mencapai kesepakatan.  

Hari kedua terakhir berkuliah, tepatnya 2 hari sebelum keberangkatan, yakni hari Selasa, kami diminta kumpul berkelompok untuk menuliskan jam keberangkatan serta tujuan kemana saja yang akan kami kunjungi selama di Singapura. Dan ternyata salah satu dari kelompok kami, Kak Ira, berangkat  sehari lebih dulu dari kami berlima. 

Ya, pada saat hari keberangkatan kami berlima bersama-sama dengan teman yang lainnya tiba di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta. Kami datang lebih awal, sehingga suasana masih lengang dan sepi, terasa seperti Bandara milik pribadi, haha.Sembari menunggu, kami berfoto-foto sebelum berangkat ke Singapura. Alhamdulillah, pesawat kami tiba dan bisa berangkat tepat waktu, pukul 11.05 WIB.

Tentu dengan hati dipenuhi rasa gembira, akhirnya mendarat dengan selamat di Singapura. Setelah padatnya mengantri imigrasi, kami menuju tempat penukaran pembelian kartu sim untuk hp. Di kelompok kami, hanya Thama yang membeli. Kami ingin berpatungan, namun Thama bilang, "gak usah". Masya Allah, baiknya Thama kan, ia ingin berbagi katanya, haha. Semoga Allah balas dengan pahala berlimpah , ya Thama! Aamiin... 

SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM

Sesampainya di Changi Airport, Terminal 4 - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
Sesampainya di Changi Airport, Terminal 4 - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM 

Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM


Setelahnya, kami ingin mencari tempat sholat, namun tak kami temui. Dari sini juga, kami bersyukur dilahirkan dan bertempat tinggal di Indonesia, yang mana sangat mudah untuk sholat. Kami pun memutuskan untuk segera menuju hostel, kami berpencar dari teman kelompok lain. Dari terminal 4 Changi menaiki bus, kami ke terminal 2 Changi menuju stasiun MRT. Sebelum menaiki MRT, kami membeli kartu Singapore Tourist Pass atau biasa disebut STP seharga 30 dollar Singapura($SGD).  Kami diberi peta saat membeli STP. Jadilah setiap ingin menaiki MRT, pasti berpedoman pada peta, hehe. Nah, jagonya pembaca peta ialah Mar'ah dan Kak Isra sebagai penunjuk arah jalan, sesekali Thama juga loh. Haha, kalau Bibah and Kak Ira sebagai followers ajalah, ya.Haha, enggak kok, Bibah sebagai pemecah clue dan Kak Ira yang suka ngevlog di kamera. Nah, kalau Taufiq, jagonya foto-foto dong!.

Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM

Seringkali gelak canda tawa kami lepas tak tertahankan. Ya, selama perjalanan, kami berkomitmen untuk tidak fokus pada gadget kami, agar kami menikmati setiap momen perjalanan kami. Gadget hanya dipakai sebagai penunjuk arah jalan selain peta. Untuk berfoto, kami mengandalkan kamera dari Taufiq dan Kak Ira, hehe. Sesekali di hp, jika ingin berselfie. Ohya, karena ini Challenge dari Kampus kami, kami diminta untuk berselfie bersama kelompok dan membuat vlog sebagai bentuk laporan kami tiap kali berada di suatu tempat kepada pihak kampus agar diberi 'Clue'.

Setelah tiba di Hostel lalu check in, kami beristirahat sejenak. Kembali melanjutkan perjalanan sehabis maghrib, menuju Merlion Park. Berjalan kaki dari Hostel menuju stasiun MRT, peta pun tak ketinggalan. Dari Stasiun MRT menuju Merlion Park, butuh berjalan kaki lagi menyusuri mall dan gedung hotel yang menjulang tinggi. Di Merlion Park, bertemulah kami dengan Kak Ira dengan teman-teman dari kelompok lainnya. 
Sebagaimana turis berwisata, kami langsung foto-foto bersama, hehe. Senangnya begitu tak terkira, Masya Allah. Bahkan sampai tak percaya, kami sudah berada di Singapura! 

Setelah puas berfoto-foto, karena sudah malam, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Bugis Street, untuk makan malam. Ya, disana tempat yang kami tuju karena terkenal dengan wisata kuliner halalnya. Kaki yang sedari pagi sudah berjalan-jalan pun mulai lelah. Sembari makan malam, kami yang sudah mendapat clue dari Mr.Fey, berusaha memecahkan clue tersebut. Bibah, yang memang pernah jadi anak pramuka, hehe, Alhamdulillah sudah mengetahui bahwa yang terdapat pada clue tersebut ialah sandi kotak!. 

Nah, dari sandi kotak tersebutlah kami mengetahui kemana tempat yang harus kami tuju selanjutnya esok pagi! Kemana tuh, kemana ya? ke Global Halal Hub, supermarket yang semua produknya halal. Ya, pengusahanya ialah seorang Muslim. Setelah makan malam, kami menuju hostel untuk beristirahat. Ada suatu kejadian tepatnya di hostel disamping hostel kami, yang membuat ramai. Kami hanya mengamati dari kejauhan di seberang jalan. Karena mengantuk, kami masuk ke hostel dan kamar masing-masing untuk beristirahat agar kembali fresh beraktivitas esok hari.

Demikian cerita hari pertama di Singapura. SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM! Wohooo...! Gak sabar mau cerita lagi di blog selanjutnya, 
See you on my next blog! 

Wassalamu'alaikum...

Salam Muslimah Inspiratif,

ANISA HABIBAH




Kamis, 19 Juli 2018

BERBAIK SANGKA : Buah Manis dari Sabar dan Syukur

Assalamu'alaikum...

Dalam hidup, sebenarnya banyak sekali yang bisa kita syukuri dari berbagai aspek. Hal apapun itu, jika kita berbaik sangka dan bisa melihatnya dari segi kebaikannya. Sangat indah jika hidup ini kita jalani dengan rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi nikmat. Seringkali, orang-orang menganggap nikmat itu hanyalah yang jika ia mendapatkannya ia merasa senang. Padahal, nikmat yang sebenarnya adalah segala sesuatu pemberian dari Allah, dari hal baik maupun yang buruk. Yang jika ia bersyukur akan nikmat-Nya, sesuai janji-Nya maka akan ditambah lagi nikmat dariNya.

Sesuai dari yang telah dituliskan di atas, dalam hal apapun itu, jika kita berbaik sangka dan bisa melihat dari segi kebaikannya. Ketika kita mendapati suatu keburukan, maka berbaik sangkalah kepada Allah. Mungkin saja dengan keburukan tersebut, Allah mau kita bisa berubah jadi lebih baik. Atau ada hikmah baik lainnya dibalik keburukan tersebut. Nah, dalam bersyukur juga harus bisa bersabar. Ya, menurutku sabar dan bersyukur bisa disebut menjadi 1 paket. 1 paket yang bisa dijadikan sebagai penolong dalam hidup. 

Ujian hidup pun sebenarnya adalah nikmat terindah dari Allah. Aku percaya, setiap ujian hidup yang dijalani dengan bersabar dan bersyukur akan berbuah manis.  Ya, seperti yang aku rasakan saat ini. Apa yang aku rasakan saat ini Insya Allah bisa disebut sebagai buah manis yang aku dapatkan dari Allah setelah aku melewati berbagai ujian hidupku. Ujian hidup yang seperti apa? begini ceritaku...

BERBAIK SANGKA : Buah Manis dari Sabar dan Syukur
BERBAIK SANGKA : Buah Manis dari Sabar dan Syukur


Aku kini menyadari, bahwa setiap manusia ialah ujian bagi dirinya sendiri dan  bisa jadi ujian bagi orang lain. Ya, saat masa kecilku, bisa jadi aku adalah bagian dari ujian bagi orang tuaku. Saat aku mulai bertumbuh dan memasuki masa dewasaku, inilah ujian untukku sebenarnya. Ujian hidup bagi orangtuaku, dimulai sejak aku masih bayi. Atau bisa jadi dimulai dari aku masih dalam buaian kandungan. Ketika aku masih dalam kandungan sampai dilahirkan, begitu banyak perubahan pada ayah dan ibuku. Nikmat kesenangan mereka dapatkan. Mulai dari ayahku yang mendapat kenaikan gaji, mendapatkan fasilitas rumah layak huni dari kantor, mendapat lingkungan pergaulan yang islami sehingga mereka memutuskan untuk berhijrah. Dan kesenangan-keberkahan lainnya.

Allah Maha Adil, Allah Maha Penyayang. Berbaik sangkalah selalu kepada-Nya. Ayah dan Ibuku hijrah menuju ke arah yang lebih baik, lebih mendalami ilmu agama. Mungkin kelahiranku juga sebagai ujian atas hijrah ayah ibuku. Allah ingin menguji apakah ayah ibuku benar-benar ingin menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Dan Insya Allah sebagai pelebur dosa orangtuaku di masa lalu mereka. Allah memberikan ujian yang nikmat, 1 anak perempuan yang spesial  untuk orang tuaku. Ya, itu aku, hehe. 

Kesenangan dunia ini sungguh bersifat sementara. Ya, ayahku senang saat itu mendapatkan nikmat kesenangan dunia yang melimpah. Namun, kesenangan itu mulai goyah ketika aku dilahirkan. Yang semula ketenangan berubah menjadi kekhawatiran. Kekhawatiran yang seperti apa?

Bagi yang mengenalku, tentulah sudah mengerti keadaanku. Bagi yang membaca tulisan ini diluar kenalanku, semoga bisa menginspirasi kalian semua ya, Insya Allah... 

Ada link blogku dalam bahasa Inggris mengenai masa kecilku bisa kalian baca klik di sini ya :) 

Nantikan di tulisan yang berikutnya ya... hehe. Supaya nikmat dalam membacanya. Tetap semangat dalam menjalani hidup, sabar dan syukur kuncinya :).

Terimakasih, semoga hari-hari kita dipenuhi dengan manfaat!

Wassalamu'alaikum...

Salam Muslimah Inspiratif,

ANISA HABIBAH



 


Senin, 09 Juli 2018

Sibuk Mengejar Impian, Manusia Jarang Menyadari Ini

Assalamu'alaikum...

Hari ini Alhamdulillah aku masih diberi kesehatan. Aku harap saudara-saudariku muslim-muslimah di manapun berada juga sama, ya. Selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan-Nya. Setiap yang terlahir di dunia ini, pastilah memiliki manfaat. Kuyakin Allah takkan menciptakan sesuatu yang sia-sia. Maka dari itulah, aku memiliki impian. Impianku sangatlah banyak yang bertujuan untuk menebar manfaat seluas-luasnya dan bermanfaat bagi banyak orang. Tentulah tujuanku ini dikarenakan aku ingin mendapat ridho dari Allah. Sukses dunia dan sukses akhirat. Do'akan aku ya, agar bisa selalu menebar manfaat...

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Manusia Allah berikan berbagai kelebihan dan kekurangan. Yang jika manusia itu berpikir, tentulah kekurangan tersebut tidaklah begitu mengganggu baginya. Justru kekurangan tersebut ia jadikan pelengkap hidup, kekurangan ia jadikan bahan bakar semangat untuk bergerak jauh lebih baik lagi. Suatu kelebihan yang dimiliki, ia fokuskan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat baginya. Ya, fokus pada kelebihannya daripada terus merundungi kekurangannya.

Sibuk Mengejar Impian, Manusia Jarang Menyadari Ini
Sibuk Mengejar Impian, Manusia Jarang Menyadari Ini - anisahabibahuu.blogspot.co.id


Fokus pada kelebihan lantas tak berarti membuat kita bisa angkuh dan bertingkah laku semena-mena. Mengingat bahwa dunia ini milik Allah, sangat mudah bagi Allah, IA bisa saja mencabut segala nikmat kelebihan tersebut kapan saja, untuk mengingatkan kita. Atau yang lebih parahnya lagi, jika Allah tidak peduli lagi dengan kita, Allah biarkan kita tenggelam dalam keangkuhan dan tingkah semena-menanya kita namun tetap mendapat kenikmatan. Ini namanya Istidraj, hati-hati dengan Istidraj, ini sungguh berat. Semoga Allah selalu lindungi kita dari Istidraj. Tentulah kita menginginkan keberkahan dari Allah selalu. Untuk mendapat keberkahan dari Allah, lakukanlah apapun yang Allah sukai. Bagaimana caranya? Lakukan hal-hal positif yang semuanya karena Allah, melakukan kebaikan sesuai perintah dan aturan-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Senantiasa taat kepada Allah.

Kalau hidup ini selalu mengharap keberkahan dari-Nya, berharap untuk mencapai keridhoan-Nya disertai senantiasa berusaha taat kepada-Nya, tentulah hidup ini terasa begitu mudah, begitu indah, meskipun banyaknya ujian-ujian yang harus kita lewati. Mengenai ujian, Allah tak akan pernah menguji hamba-Nya kecuali sesuai kesanggupannya. Begitu baiknya Allah kepada hamba-hamba-Nya. Ya, Allah Maha Penyayang. Allah selalu ingin dekat dengan hamba-Nya. Namun kita sebagai hamba-Nya, pernah berpikirkah, maukah kita dekat dengan-Nya?. Sangat disayangkan, kita sibuk mengejar impian dan seringkali tak sadar, malahan lalai terhadap perintah-Nya. Astaghfirullahaladziim. 

Maka dari itulah, selalu bersemangat dalam hal yang baik, jangan engkau lemah. Allah menyukai hambaNya yang kuat. Kuatkan usaha dan perbanyak do'a kepada Allah, karena Allah Maha Penolong. Bergantung dan berharap hanya kepada Allah, Insya Allah kita semua bisa menggapai impian, sukses dunia dan sukses Akhirat. Aamiin... Allahumma Aamiin... . 

Akupun sedang berproses mencapai impian, demi meraih ridho Allah. Insya Allah, aku percaya Allah berikan yang terbaik untukku. Selalu bersyukur dan terus semangat, ya...Semoga hari-hari kita penuh manfaat...

Wassalamu'alaikum...

SALAM SEMANGAT MUSLIMAH INSPIRATIF,

ANISA HABIBAH


Minggu, 08 Juli 2018

Bibah was a LOYAL CUSTOMER FOR HOSPITAL

Assalamu'alaikum...

It's a story about me, throwback to my childhood. 

My childhood isn't like the other child who enjoy and able to play in playground. Many uncountable time by the time 1 year old, about 3 times more in each years I spend my time in hospital, till i grown in 5 years old. Wohoo, feel like a best loyal customer ever for that hospital, haha. I got used to conquer the syringe. More often my hand been decorated by calluses ship a.k.a kapal-kapalan (*lol, i mean i had infused, infusion board) Yes, i often got a fever with high temperature that can't be down till i had stip (convulsions)

One day, i got that stip at midnight. Therefore, my parents brought me to hospital directly. My father was panic, so he forgot his wallet. When arrived in hospital, the hospital asked the down payment first, and baby handled then. My father got angry, he persisted and asked to handle his baby first and down payment will be paid later because his forgot his wallet at home. The hospital still in their commitment, so i got late handle. In consequence, i had a longest sleep i ever had. Yes, the Baby got her coma. Unconditionally, my heart was thrilled and tears me down when i wrote this story.

The effect of stip still affected me until now, so i can't speak as well as others. Even though My parents worried about me at school whose afraid i can't understand the lessons well, they always supported me.Yeah, all of My family supported me. Cause ALLAH is the Best justice, behind my weakness that i can't speak as well as others, i can understand each lessons that my teacher teach. Moreover, i often got the ranking in my class. When i had junior high school in a boarding school, i got 2nd ranking in each semester, it was suprised me and my parents too. 

Sometimes, i got bullied by friends in school. Sometimes its hard for me, because they were not understand me. Many people also had underestimate of me. But i believe Allah always by my side. I always pray and be patient. Time flies, i had my diploma course in Umar Usman Business School. By the time in last day matriculation, I got the nomination as "Beyond Inspiring Student" (in Indonesian : "Mahasiswa Terinspiratif"). In there, i got many transformation in me, Alhamdulillah i've been an independent girl, i got more confident. In here i realized about my passion. It turned out 'writing' is my passion. Now, i can start my business writing.  I'm very happy, therefore i must always grateful to Allah for all i have. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah...

anisahabibahuu.blogspot.co.id
Anisa Habibah Continue Learning - anisahabibahuu.blogspot.co.id


Promise to continue learning, cause I believe, i can reach all my dream, because Allah always by my side.

That's it my short story about me, hope that inspiring enough, don't forget to believe in Allah, thankful for all we got and we have. Because Allah always by your side.

Wassalamu'alaikum...

SALAM MUSLIMAH INSPIRATIF,

ANISA HABIBAH


Sabtu, 07 Juli 2018

Perjalanan Menuju Kepemimpinan yang Terdidik

Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah, Hari ini Bibah menikmati perjalanan yang luar biasa.Bibah menyebut perjalanan ini yaitu "Perjalanan Menuju Kepemimpinan yang Terdidik" sebagai bentuk melatih "Kepemimpinan yang Terdidik". Seperti apa itu kepemimpinan yang terdidik? hehe... Ya, perjalanan ini tentang melatih kepemimpinan diri, diri yang terdidik. Langsung aja deh, Bibah ceritakan ya...

Tadi pagi, tepatnya pukul 09.00 WIB, Bibah dan teman-teman lainnya sudah berkumpul di Kampus, di ruang Usman. Kami yang mendaftarkan diri sebagai fasilitator batch 6 siap untuk menjalankan rangakaian seleksi berikutnya yang pada hari sebelumnya sudah menjalankan tes tertulis dan wawancara juga. Setelah mendapat pengarahan tentang perjalanan hari ini, kami diminta untuk berpasang-pasangan. Yang satu menjadi Umar, yang satunya lagi menjadi Usman. Masing-masing pasangan diberikan sebutir telur dan satu helai kain penutup mata. Bibah sebagai Usman berpasangan dengan Bibil sebagai Umar.

Sebelum memulai perjalanan, kami semua berdo'a bersama. Perjalanan yang kami tempuh berjarak kurang lebih 5,3 kilometer dari Kampus menuju sebuah Taman. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Mr.Denta, selama perjalanan Umar dan Usman menceritakan tentang dirinya masing-masing, agar lebih mengenal satu sama lain. Hal ini terkait dengan tugas fasilitator yang mana salah satunya adalah 'mendengarkan'. Selama perjalanan, kami menceritakan tentang diri kami masing-masing, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, tentang keluarga kami, asal daerah kami, kelebihan dan kekurangan kami, titik kesedihan hingga kesuksesan kami, impian kami, hingga persamaan kami. 

Waktu yang ditargetkan adalah 1 jam lamanya hingga sampai tujuan. 20 menit pertama kami mengenal satu sama lain, 20 menit berikutnya, kami menutup mata kami secara bergantian. Yang matanya terbuka bertugas memegang telur, jangan sampai pecah dan menuntun yang matanya tertutup. Dari sini, kami mendapatkan pelajaran mengenai kesabaran, yang mana kami bersabar dalam menuntun atau mengarahkan juga melindungi orang lain. Yang dituntun, kami belajar sebuah kepercayaan kepada orang lain. Pelajaran Percaya diri juga kami dapatkan dari sini, karena di sepanjang perjalanan, banyak orang yang heran dan tak jarang pula yang mengomentari kami ketika melewati mereka. 

20 menit berikutnya kami bebas dari penutup mata dan melanjutkan perjalanan hingga sampai ke Taman. Kami beristirahat sejenak ketika sesampainya kami di taman sambil menunggu waktu zuhur tiba. Setelah sholat zuhur kami makan siang bersama. Menu makan siang kami hari ini adalah Nasi Padang! Alhamdulillah, rezeki anak sholeh - sholeha :). 

Setelah makan siang, kami kembali ke sesi berikutnya, yaitu mempresentasikan apa saja cerita kami sepanjang perjalanan. Kali ini, Umar menceritakan seolah-olah dirinya Usman, begitupun sebaliknya, Usman menceritakan seolah-olah dirinya adalah Umar. Kami disini belajar jujur, menceritakan semua tentang yang sudah kami ketahui tentang diri teman kami selama perjalanan tadi. Kami pun jadi lebih mengenal dan memahami satu sama lain. 

Fasil Batch 6 Kampus Bisnis Umar Usman- Perjalanan Menuju Kepemimpinan yang Terdidik
Fasil Batch 6 Kampus Bisnis Umar Usman- Perjalanan Menuju Kepemimpinan yang Terdidik


Dari semua rangkaian sesi hari ini, Bibah mendapatkan pelajaran tentang sebuah kepemimpinan, di antaranya :

  • Seorang pemimpin, pendidik atau pembina itu ialah yang mampu memimpin dirinya sendiri dengan baik, barulah ia bisa memimpin orang lain dengan baik pula.
  • Pemimpin yang baik ialah pemimpin yang mampu mendengarkan apapun keluh-kesah yang dipimpinnya. Dan pandai dalam mensiasati segala sesuatu, menjadikan sebuah solusi.
  • Butuh kesabaran, kepercayaan diri, kejujuran, sikap menghargai, melindungi dan tanggung jawab.
  • Seorang pemimpin juga harus memiliki sikap pro-aktif, yang mana suka berinisiatif dalam melakukan sesuatu yang positif.
Belajar kepemimpinan juga bisa dengan meneladani 4 sifat Rasulullah SAW :
1. Sidiq : Jujur 
2. Tabligh : Menyampaikan
3. Amanah : Dapat dipercaya
4. Fathonah : Cerdas 

Dari sini pula, Bibah menyadari bahwa sangat perlunya terus meng-upgrade kapasitas diri, mengembangkan diri menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Demi menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, bisa memimpin diri sendiri maupun orang lain dengan baik. 

Begitulah kepemimpinan yang terdidik menurut Bibah... Bagaimana menurut kamu?... Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari semua yang kita alami setiap harinya. Semangat dalam menjalani hidup, terus bersyukur atas segala nikmat-Nya, ya. 

Semoga hari-hari kita penuh manfaat...
Terimakasih...

Wassalamu'alaikum

Salam Semangat Muslimah Inspiratif,ANISA HABIBAH

Jumat, 06 Juli 2018

Buruknya Manusia yang Merasa Dirinya Baik

Assalamu'alaikum...

Bagaimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah jika kita masih diberikan kesehatan. Kali ini, Bibah mau menulis tentang "Buruknya Manusia yang Merasa Dirinya Baik". Semoga bisa menjadi sebuah pelajaran bentuk bermuhasabah diri, bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. So, lets check it out!

Hal ini bisa jadi tanpa sadar seringkali dialami ketika kita memiliki suatu kelebihan, tatkala kita sudah lama belajar. Merasa diri ini sudah lebih baik daripada orang lain dan lebih paham dari yang lain. Padahal, ilmu yang telah dipelajari pun sedikit yang kita amalkan.Tak jarang pula kita menyia-nyiakannya, malahan bermaksiat kepada Allah. Kita terlena, tak sadar  bahwa kita ini juga punya banyak kekurangan. 

Sebaiknya, kita sebagai muslim-muslimah adalah seringnya bersu'uzhon pada diri (berintropeksi keburukan diri sendiri). Merasa diri kita ini serba kurang. Kita bisa memperbanyak istighfar. Karena tak sebaiknya pula kita memandang keburukan orang lain. Yang harus kita pegang kuat-kuat ialah, kita memiliki prinsip  bahwasanya diri ini belumlah baik, maka dari itu kita selalu berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik.


Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian".

Buruknya manusia yang merasa dirinya baik, kita bisa melihat orang yang memuji kita, yaitu melihat dalam hal ketaatannya. Jika ia mengetahui keburukan kita, bisa jadi orang tersebut malah menjauh dari kita. Dijauhi oleh manusia masih lebih baik daripada ketika kita tidak sadar dan terus-menerus merasa diri ini baik yang pada akhirnya menyebabkan Allah malah menjauhi kita, Naudzubillahi mindzalik. Begitulah buruknya manusia yang merasa dirinya baik.

"Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan" :
1.Tamak lagi kikir
2.Mengikuti hawa nafsu yang mengajak pada keburukan
3.Ujub/Takjub pada diri sendiri. 
(HR.Abdur Rozaq)

Do'a Abu Bakar ketika dipuji - Buruknya Manusia yang Merasa Dirinya Baik
Do'a Abu Bakar ketika dipuji - Buruknya Manusia yang Merasa Dirinya Baik


Do'a dari Abu Bakar ketika dipuji orang lain :
"Ya ALLAH, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik daripada yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka" (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman)

(sumber inspirasi tulisan sebagian dari : rumaysho.com)

Nah, begitulah buruknya manusia yang merasa dirinya baik. Tulisan ini Bibah tulis tidak berniat menggurui, juga sebagai self reminder bagi diri Bibah, semoga kita selalu dilindungi oleh Allah dari segala macam prasangka dan dari hal-hal yang tidak disukai-Nya. Berharap Allah memberi kita kekuatan agar bisa selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik. Aamiin... 

 Sekian tulisan Bibah kali ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil ya... 
Semangat memperbaiki diri :)

Wassalamu'alaikum...

SALAM SEMANGAT MUSLIMAH INSPIRATIF,

ANISA HABIBAH