Sabtu, 25 Agustus 2018

TERNYATA INI 7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA

Assalamu'alaikum...

Halo, apakabar? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan dilindungi Allah SWT, ya. Malam ini Bibah mau membagikan TERNYATA INI 7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA, menurut Ibnu Abbas RA. Kira-kira apa aja tuh? Langsung baca aja yuk, uraiannya di bawah ini!

TERNYATA INI 7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA
TERNYATA INI 7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA

7 INDIKATOR KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA

(Menurut Ibnu Abbas RA)


1.QOLBUN SYAKIRUN
(Hati yang selalu bersyukur)
artinya selalu menerima apa adanya (Qana'ah). Inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak mengalami stress.

2.AL-AZWAJU SHALIHAH
(Pasangan yang shaleh-shalehah)
pasangan hidup yang shaleh-shalehah akan menciptakan kerukunan rumah tangga dan keluarga sakinah.

3.AL-AULADUL ABRAR
(Anak yang Shaleh-shalehah)
Do'a anak yang shaleh-shalehah kepada orang tuanya, dijamin dikabulkan Allah swt. Berbahagialah bagi orang tua yang memiliki anak sholeh-sholehah.

4.AL-BIATU SHOLIHAH
(Lingkungan yang kondusif untuk iman kita)
Rasulullah menganjurkan kepada ummatnya agar selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila salah.

5.AL-MALUL HALAL
(Harta yang Halal)
Bukan banyaknya harta, melainkan harta halal yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan kejahatan dari hati. Hati akan menjadi bersih, suci dan kokoh. Sehingga memberi ketenangan dalam hidup.

6.TAFAKUH FID-DIIN
(Semangat untuk memahami agama)
Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta terhadap agama dan semakin tinggi cinta kepada ALLAH dan Rasul-Nya.Cinta inilah yang dapat memberi cahaya pada hati.

7.UMUR YANG BERKAH
Umur yang semakin tua semakin shaleh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup bagi orang-orang yang berkah umurnya.

Demikian 7 INDIKATOR  KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA. Semoga bermanfa'at dan dapat diaplikasikan dalam sehari-hari, ya. 


MAU ARTIKEL ATAU TULISAN MENARIK LAINNYA? BISA KONSULTASI TULISAN JUGA, LOH!  Klik disini,ya (Whats app/ SMS only) 
Stay tune di blog ini ya, di JASA TULIS by BIBSS (bisa diklik)

Terimakasih, semoga hari kita dipenuhi manfa'at...

Wassalamu'alaikum...

SALAM MUSLIMAH TANGGUH INSPIRATIF,

ANISA HABIBAH



Kamis, 16 Agustus 2018

2 Hari Istimewa : Peringatan Hari Kemerdekaan RI dan Semarak ASIAN GAMES 2018

Assalamu'alaikum... 

Tak terasa tinggal beberapa hitungan jam memasuki hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus. Tahun ini juga merupakan tahun istimewa yang akan diingat karena sehari sesudah peringatan hari kemerdekaan RI akan diselenggarakan pula ASIAN GAMES 2018 di Indonesia yang berlokasi di 2 kota, yakni Jakarta dan Palembang.  

Penyambutan peringatan hari kemerdekaan kali ini juga diramaikan dengan semarak penyambutan KIRAB OBOR ASIAN GAMES 2018. Sejak beberapa hari lalu, KIRAB OBOR ASIAN GAMES sudah didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia. Dari wilayah barat hingga ke wilayah timur. Sudah terbayang bagaimana sumringahnya wajah-wajah rakyat Indonesia yang memang sudah sejak lama menanti-nanti momen ASIAN GAMES 2018 ini. 

Perlombaan yang biasa diadakan di hari kemerdekaan, 17 Agustus diperkirakan lebih bersemangat dikarenakan merasakan juga semarak perlombaan ASIAN GAMES 2018 yang akan diadakan esok harinya, 18 Agustus 2018. 

Wah, Indonesia semakin ramai, ya. Diharapkan untuk para rakyat Indonesia, semoga negara kita selalu damai, tentram. Selalu saling menghormati dan saling menghargai. Ingatlah selalu pada semboyan negara kita, "BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH".


Okay, selamat hari memperingati kemerdekaan RI ke 73 dan selamat bermain ASIAN GAMES 2018. Salam Damai Persahabatan!


Terimakasih, semoga hari kita dipenuhi manfa'at...

Wassalamu'alaikum...

SALAM MUSLIMAH INSPIRATIF,
ANISA HABIBAH






Rabu, 15 Agustus 2018

INILAH 4 MANFA'AT MENULIS

INILAH 4 MANFA'AT MENULIS
INILAH 4 MANFA'AT MENULIS

Assalamu'alaikum...

Beberapa hari lalu, aku membagikan pada instagram storyku mengenai 4 manfa'at menulis. INILAH 4 MANFA'AT MENULIS.

1.BERLATIH MENGUNGKAPKAN ISI HATI
Dengan menulis, dapat menghindari depresi dan stress. Psikiater Amerika dan Eropa ternyata menjadikan menulis sebagai salah satu terapi untuk pasiennya yang mengalami depresi berat. Menulis dapat membuat hati lega. Daripada cerita tidak penting ke orang lain, lebih baik dituangkan dalam bentuk tulisan.

2.BERDAMPAK PADA GAYA BERBICARA
Clear writing means clear thinking. Semakin baik tulisan dibaca, semakin enak tulisan dibaca, itu menandakan bahwa si penulis memiliki pikiran jernih saat menulis. Ini berarti jika menulis dirutinkan, pikiran pun menjadi terbiasa jernih. Berbicara pun leluasa. Dan dapat memudahkan dalam berkomunikasi.

3.PASSIVE PAHALA
Inilah tujuan yang harus diniatkan dan dikejar agar bisa memperkuat pondasi untuk terus berkarya, menulis. Jika tulisan atau karya yang telah dibuat dibaca oleh ribuan orang dan mereka merasakan manfa'atnya. Pahala pun mengalir  karena sudah menyebarluaskan kebaikan. Sekalipun sudah meninggal.

4.MENINGGALKAN JEJAK SEJARAH
Gajah mati meninggalkan gadingnya. Kalau manusia? Tinggalkanlah karya, bisa berupa tulisan. Karena dengan itulah kita bisa diingat karyanya oleh teman maupun kerabat dekat. Orangtua dan keluarga pun pasti bangga memiliki anak yang tak henti berkarya.

Itulah 4 Manfaat Menulis, semoga bermanfa'at yaaa...

Terimakasih, semoga hari kita dipenuhi manfa'at...

Wassalamu'alaikum...

SALAM MUSLIMAH INSPIRATIF!
ANISA HABIBAH

Senin, 13 Agustus 2018

DILARANG SOMBONG SAAT MENULIS

Assalamu'alaikum...

Berikut ini aku bagikan pelajaran berharga saat menulis, yakni DILARANG SOMBONG SAAT MENULIS. Ya, bagi kita yang baru saja belajar menulis, sebagai penulis pemula, seringkali ada yang merasa hebat dengan tulisannya. Hal itulah yang sering membuat semangat menulis menurun ketika ada yang mencemooh tulisan kita. Maka, bagi siapapun jangan pernah merasa puas, jangan pernah merasa hebat sekalipun kita sudah menjadi penulis ternama, apalagi masih pemula, hindari sikap sombong. Agar kita terus terpacu untuk menulis.  

Kutulis kembali ilmu/materi yang kudapat dari NULISYUK mengenai DILARANG SOMBONG SAAT MENULIS.

Ada sebuah cara berpikir dan tindakan tidak tepat yang dilakukan oleh kebanyakan penulis pemula. Yaitu, cara berpikir dan tindakan yang “berbau” sombong. Karena ketika baru saja belajar menulis ia sudah memandang diri terlalu hebat, sehingga tidak mampu menatap posisi diri. Bahkan tak jarang ada yang membandingkan diri dengan Hamka atau Hemingway. Dalam kelas sharing menulis pun ada hal yang paling umum dikeluhkan, yaitu: “Kak, saya belum bisa menulis bagus.” Atau “Kak, tulisan saya belum sebagus tulisan Kakak, nih!” padahal kondisinya ia baru belajar menulis.  Padahal tak jadi masalah tulisan tersebut bagus atau tidak, apalagi untuk tahap pemula. Beranikan diri saja dulu untuk menulis.


Banyak penulis pemula yang termakan imajinasi bahwa dirinya hebat. Baru belajar menulis, ia sudah memberanikan diri membandingkan diri dengan Andrea Hirata atau Dan Brown. Ibarat kata seperti perbandingan langit dan bumi. Namun sayangnya, mereka yang sok memang susah untuk menatap posisi dan kemampuan diri. 

Dunia menulis bukanlah dunia sinetron. Membangun kemampuan menulis ibarat belajar memasak untuk menjadi koki yang hebat. Dimulai dari mengenal jenis-jenis bumbu, sayuran, dan aneka lauk, dan meracik bumbu terlebih dahulu. Lalu berlatih memasak untuk menciptakan resep dan hasil makanan yang begitu lezat. Butuh proses. Tidak bisa langsung menjadi koki ternama.

Keterampilan menulis hanya bisa didapatkan dengan melakukannya. Menulis juga harus dilatih setahap demi setahap. Dan cara terbaik berlatihnya adalah dengan melakukan menulis. Dimulai dari melakukan, maka keterampilan akan diperoleh. Bukan berteori atau melamun. 

 Seperti halnya meracik bumbu diibaratkan mengasah logika dengan basis pengetahuan, mengasah kejelian dalam mencermati gejala, menggunakan bahasa sebagai alat, dan seterusnya. Begitu pula belajar menulis. Mula-mula kita belajar mengenal huruf. Huruf digabungkan menjadi kata yang mengandung konsep. Lalu kata-kata tersebut dirakit menjadi kalimat, dan kalimat menjadi paragraf, dan begitu seterusnya. Sehingga jadilah tulisan yang bermakna.

Tanpa tahapan tersebut, tidak mungkin kita melahirkan tulisan yang bagus. Artinya, kalau kita ingin menjadi penulis, ya harus mau belajar. Penulis hebat tidak pernah berhenti belajar menulis, dan mereka akan terus menulis. Tentunya tidak disertai rasa sombong terhadap diri.

Kesombongan dan rasa over confidence akan berbalik menerkam diri sendiri. Biasanya orang yang berpikir sok hebat akan kena akibatnya kelak. Seperti contoh, ketika si A sharing dengan si B soal kepenulisan dan karyanya dengan diiringi rasa sombong. Tiba-tiba si B mengkritik tulisannya, “Tulisanmu tidak ada apa-apanya. Kualitasnya jauh dari karya Rendra, tidak sebanding dengan karya Karl May.” Setelah mendengar itu si A akhirnya merasa perih dan semangat menulisnya pun menjadi runtuh.

Itulah alasan mengapa dilarang bersikap, berpikir, dan berkata sombong ketika kita sedang berada di tahap belajar menulis atau pun sudah menjadi penulis ternama. Karena kelak kesombongan kita itu akan meruntuhkan diri sendiri. 

Terus semangat menulis kawan! Dan jangan lupa hindari rasa sombong saat menulis!

Sumber : Nulisyuk

Silakan bagikan jika bermanfaat tanpa menghilangkan sumber. 

Sekian, semoga bermanfaat yaa!

Wassalamu'alaikum...

SALAM MUSLIMAH TANGGUH INSPIRATIF,
ANISA HABIBAH




Rabu, 08 Agustus 2018

PROBLEM SOLVING TIPS - BAGAIMANA MENGHADAPI MASALAH DENGAN BAIK?

Assalamu'alaikum...

PROBLEM SOLVING TIPS

BAGAIMANA MENGHADAPI MASALAH DENGAN BAIK?

Dalam hidup, kadang berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Suka tidak suka, pasti dalam hidup ini kita semua mengalami permasalahan. Banyak di antara kita, salah dalam menghadapi permasalahan yang ada. Bahkan tak jarang yang memilih untuk lari dalam permasalahan.

Suatu permasalahan tidak bisa dikatakan selesai, jika masalah tersebut terulang kembali. Lalu, bagaimana cara kita untuk menghadapi permasalahan? Bagaimana agar masalah tersebut tidak terulang kembali? Beberapa waktu lalu, Mr.Rustan, Staf ahli MPR yang juga merupakan ahli dalam "Problem Solving" mengunjungi serta berbagi ilmu di kampus kami, Kampus Bisnis Umar Usman mengenai bagaimana menghadapi suatu permasalahan.

PROBLEM SOLVING TIPS - BAGAIMANA MENGHADAPI MASALAH DENGAN BAIK?
PROBLEM SOLVING TIPS - BAGAIMANA MENGHADAPI MASALAH DENGAN BAIK?


Berikut ini langkah untuk menghadapi masalah dengan baik :
1.TEMUKAN CARA ATAU LANGKAH TERUTAMA DALAM MENDEFINISIKAN MASALAH
Bagaimana mendefinisikannya? Sesuai makna, 'Definisi' adalah mengkhususkan, menyempitkan, mengkerucutkan. Yang berarti, dalam mendefinisikan suatu masalah kita dapat mengartikan serta memahami apa itu masalah yang sedang terjadi.

2. MENGHASILKAN ALTERNATIF (SOLUSI)
Setelah mendefinisikan dan memahami masalah, kita bisa menghasilkan berbagai alternatif cara menyelesaikan masalah.

3.MENGEVALUASI DAN MEMILIH ALTERNATIF
Dari berbagai alternatif yang telah didapat, kita pilih alternatif mana yang sesuai dan yang paling mungkin untuk bisa kita lakukan. Saran dari Mr. Rustan, bahwa dalam memilih alternatif solusi, kita bisa memilih mulai dari yang paling kecil resikonya.

4.MENERAPKAN SOLUSI 
Setelah memilih alternatif solusi, kita bisa menerapkannya sebagai solusi untuk masalah yang kita hadapi. Solusi bisa tergantung pada bagaimana kita mendefinisikan suatu permasalahan.

Begitulah langkah dalam menghadapi suatu permasalahan dengan baik. Semoga kedepannya kita tidak takut menghadapi masalah, apalagi lari dari permasalahan, ya. Ingatlah untuk selalu berdo'a kepada Sang Pencipta, ALLAH SWT. apapun masalahnya... Semoga bermanfaat! 
Artikel lainnya, bisa dibaca disini atau di Jasa Tulis by BIBSS

Terimakasih, semoga hari-hari kita dipenuhi manfaat.

Wassalamu'alaikum....

Salam Muslimah Tangguh Inspiratif,

ANISA HABIBAH



Senin, 06 Agustus 2018

LULUS SIDANG TUGAS AKHIR - BUKAN AKHIR PERJALANAN

Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah, hari ini, Senin, 6 Agustus 2018. Aku (Habibah), sudah melaksanakan sidang tugas akhir yang mana menjadi syarat kelulusan dan bisa wisuda. Di kampusku, Kampus Bisnis Umar Usman, syarat kelulusan dan wisuda di antaranya ialah lulus sidang tugas akhir dan hafalan surat Ar-rahman dan Al-Waqi'ah.  Alhamdulillah pertolongan Allah selalu ada bagi hamba-Nya yang mau terus berdo'a dan berusaha, Allah lancarkan pelaksanaan presentasi sidang tugas akhir dan hafalanku. 
LULUS SIDANG TUGAS AKHIR  - BUKAN AKHIR PERJALANAN
LULUS SIDANG TUGAS AKHIR  - BUKAN AKHIR PERJALANAN


Oh ya, sebelum giliranku maju, sembari menunggu, selain berdo'a, aku juga menulis dan aku post di akun instagramku, loh. Hehe, supaya gak terlalu deg-degan. Alhamdulillah tadi aku begitu tenang saat melaksanakan sidang tugas akhirku. Ini dia tulisanku :
Bismillah...    
Senin, 6 Agustus 2018
Menapaki lika-liku perjalanan yang cukup panjang, membuatku tahu kemana tujuanku dan kini saatnya hampir tiba ke tujuan itu.
Perjalanan ini bagiku terasa begitu menyenangkan.
Perjalanan ini, Alhamdulillah membuahkan banyak perubahan.
Ya, perubahan menuju pada kebaikan.
Berbagai usaha telah dikerahkan,
Tak lupa do'a selalu dipanjatkan.
Lelahnyasemoga jadi berkah dan menambah amalan.

Bismillah, Insya Allah sidang tugas akhirku hari ini Allah mudahkan dan lancarkan. Salam semangat! +Bibss, Salam Muslimah Inspiratif!


LULUS SIDANG TUGAS AKHIR  - BUKAN AKHIR PERJALANAN Bibah
LULUS SIDANG TUGAS AKHIR  - BUKAN AKHIR PERJALANAN


Alhamdulillah, Allah beri kelancaran, kemudahan. Aku semakin percaya, dan Insya Allah ini juga dapat dijadikan sebagai pembuktian bahwa keterbatasan bukanlah sebagai penghalang dan hambatan untuk bisa terus belajar , bisa berpendidikan, bisa memulai bisnis juga (bisnisku JASA TULIS by BIBSS, ya! hehe) . Kalau kita berpegang teguh pada Allah dan Rasul-Nya. Diantaranya ialah selalu mentaati orang tua, mentaati guru, Insya ALLAH membawa keberkahan. Keberkahan itu, seperti yang aku rasakan saat ini. Segala urusanku walaupun ada tantangan, Alhamdulillah selalu terasa mudah. 

Pesan guruku, "pertahankan sikap dan sifat baikmu sekarang ini, yaitu percaya diri walau memiliki kekurangan". "Selalu lawan apa saja hal yang dirasa dapat menghalangimu untuk berkarya(menulis)". 

Insya Allah, Aku meminta kepada Allah agar memberikanku kekuatan untuk bisa terus menghadapi segala urusan dalam hidupku.

Kalian, pemuda Indonesia, harapanku juga harus bisa berusaha menjadi lebih baik. Tentu kalian bisa. Karena kalian semua adalah penerus dari perjuangan pahlawan bangsa. Kita, berusaha dengan usaha kita masing-masing, sesuai yang kita bisa. Lakukan saja selagi itu baik!.

Kita, yang mengaku Ummat Rasulullah, baiknya meneruskan perjuangan kemajuan ummat islam. Salah satunya ialah dengan berbisnis. Menerapkan nilai-nilai islami dalam bisnis/usaha kita. Insya Allah kita bisa dengan selalu meminta pertolongan Allah.

Sidang tugas akhir ini, bukanlah akhir perjalananku. Justru perjalananku tentu masih panjang. Semangat berjuang!. Ini bukan akhir perjalanan, karena masa depan menantimu.


Terimakasih atas do'a-do'a yang telah dipanjatkan, tentu do'a kalian semua juga merupakan bagian dari kemudahan urusanku, terimakasih banyak!

Syukur, Alhamdulillah....Allahumma Sholli ala Muhammad...


Terimakasih,

Wassalamu'alaikum....

SALAM MUSLIMAH INSPIRATIF,

ANISA HABIBAH










Sabtu, 04 Agustus 2018

DAY 3 SINGAPORE - BACK TO INDONESIA!

Assalamu'alaikum...

Bagi kalian yang sudah membaca blogku mengenai cerita hari pertama (klik disini) dan hari kedua (klik disini)  di Singapura, sekarang saatnya aku menceritakan hari ketiga, hari terakhir di Singapura. DAY 3 SINGAPORE - BACK TO INDONESIA!.

Alhamdulillah, senangnya bisa ke Singapura bersama teman-teman Kampus Bisnis Umar Usman. Bersyukur banget bisa menikmati perjalanan selama 3 hari bareng-bareng terus, bareng kelompok random! hehe. Alhamdulillah, mau berterimakasih juga kepada Kampus Bisnis Umar Usman, kampus kebanggaan kami, yang telah memberikan kami kesempatan menikmati perjalanan Singapore Challenge bersama. 

Di hari ketiga ini, karena kami kelelahan setelah mengadakan perjalanan panjang di hari sebelumnya, kami mengistirahatkan tubuh kami terlebih dulu usai sholat subuh. Tidak ada lagi sarapan yang digaduhi galaknya 'ibu-ibu komplek'. Karena ibu-ibu kompleknya sedang kelelahan, haha. Saat sudah menjelang siang, sekitar pukul 09.00 barulah kami bersiap-siap. Namun karena masih dirasa ingin berleha-leha sebentar lagi sambil menikmati sarapan yang terlambat, akhirnya kami check out pukul 11.30. 

Setelah check out dari hostel, kami menuju Pasar Bugis Street untuk membeli oleh-oleh. Berjalan kaki serta menyeberang jalan di penyebrangan jalan menuju halte bus, menunggu sebentar lalu berangkat menaiki bus!. Ohya, kami hanya berlima, dikarenakan Kak Ira pergi lebih dulu melanjutkan perjalanan menuju Malaysia bersama teman yang lainnya. Ketika sampai di pasar Bugis Street, kami memasuki area pasar dan melihat-lihat barang-barang yang dijual di sana. Banyak sekali, mulai dari souvenir, tas, pakaian, jam tangan, makanan dan minuman. Habibah dan Mar'ah berdua mengunjungi toko souvenir dan tas, sedangkan yang lelaki bertiga berjalan melihat-lihat ke toko lainnya.

Kami berdua (Habibah dan Mar'ah), pertama mengunjungi toko souvenir dan tas. Habibah bingung ingin membeli apa. Mar'ah membeli banyak souvenir dan tas. Selanjutnya mngunjungi toko coklat. Nah, akhirnya Habibah membeli coklat. Setelah Habibah membeli coklat, Mar'ah membeli baju kaos khas Singapura.

Setelah puas berbelanja oleh-oleh, kami berdua menunggu para lelaki selesai berbelanja. Sesuai janji, kami berkumpul di halte bus depan pasar Bugis Street pukul 01.30. Setelah menunggu cukup lama kemudian kembali berkumpul, kami menuju area tempat makan Bugis Street dekat Masjid Sultan dengan berjalan kaki. Siang ini cukup panas, kami bergegas menuju tempat makan kami yang menjadi langganan karena kami juga sudah sering makan di situ di hari sebelumnya. 

Perut kenyang, akhirnya, Alhamdulillah. Kami menuju masjid Sultan untuk menunaikan sholat dzuhur dan sholat ashar. Khusus muslimah, tempat sholat berada di lantai 2. Di masjid Sultan ini, Habibah bertemu dengan mahasiswi Universitas Malaysia yang katanya sedang cuti dan berlibur bersama keluarga di Singapura ini. Namanya kak Aliza. Habibah menyapanya lebih dulu dan memperkenalkan diri. Kak Aliza ini sedang menempuh perkuliahan semester 6 jurusan civil engineering. Habibah pun meminta agar kak Aliza mendo'akan Habibah ingin memulai bisnis jasa tulis. Di Malaysia, tidak mengerti apa itu jasa tulis, lalu dijelaskan bahwa kegiatannya menulis, menulis artikel, artikel di blog. Setelah bertukar instagram, dan dirasa sudah cukup mengobrol, Habibah pamit karena sudah ditunggu oleh teman-teman di bawah ingin menuju Bandara Changi.

Lagi, kami menuju stasiun MRT menuju Terminal 2 Changi, dari Terminal 2 Changi menaiki bus menuju Terminal 4. Disana, kami bertemu dengan teman-teman. Setelah check in, kami menuju imigrasi untuk pengecekan barang. Alhamdulillah aman, tidak ada barang yang disita. Sembari menunggu boarding pass, kami duduk-duduk di ruang tunggu. Tak lupa juga kami berfoto bersama.

SEE YOU, BATCH 5, SEE YOU IN INDONESIA! - DAY 3 SINGAPORE - BACK TO INDONESIA
SEE YOU, BATCH 5, SEE YOU IN INDONESIA! - DAY 3 SINGAPORE - BACK TO INDONESIA
Kami berpose menunjukkan lima jari kami, yang berarti, "See you batch 5", hehe. See you, in Indonesia. See you in Graduation!. Huhu, sedih ya. 

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan waktu kami harus boarding pass. Ya, kami masih dalam satu pesawat yang sama, Hanya terpisah tempat duduk yang berbeda. Ohya, di pesawat ini juga Habibah mengajak berkenalan kakak-kakak perempuan cantik, yang mengajak bertukar tempat duduk. Satu dari anak kedokteran UMJ Jakarta yang sedang menjalani co-as. Satu lagi dari UNPAD Bandung semester 5 jurusan Administrasi Negara. 

Waktu berlalu, kami sampai di Indonesia, Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta!
Alhamdulillah. Kami pun berpisah pulang menuju tempat tinggal masing-masing. Sedangkan Habibah sudah dijemput oleh Ayah dan Ibu.

Alhamdulillah, terimakasih Ya ALLAH, bersyukur dapat menikmati kesempatan bertugas dan berlibur di Singapura. Bersyukur juga, tergabung dalam satu kelompok bersama kalian dan bisa mengenal kalian, random team! Perjalanan ini takkan aku lupakan. Akan menjadi kenangan tersendiri bagiku, tentunya bagi masing-masing kalian juga. Terimakasih, sudah membuat perjalanan ini terasa begitu menyenangkan! Kalian sudah menjadi bagian lembar cerita bahagiaku, Terimakasih banyak!!! Masya Allah, Alhamdulillah. 


Alhamdulillah, sekian cerita di Singapura. Semoga terhibur, begitu menyenangkan, bukan?. Insya Allah akan ada lembar cerita berkesan berikutnya yang sudah menanti di depan. SEE YOU!!!

Terimakasih para pembaca, semoga hari kita dipenuhi manfaat.

Wassalamu'alaikum...

Salam Muslimah Inspiratif,

ANISA HABIBAH






Kamis, 02 Agustus 2018

SINGAPORE CHALLENGE DAY 2 - Ada yang Ketinggalan?!

Assalamu'alaikum...

Siapa yang penasaran sama cerita hari kedua di Singapura? SINGAPORE CHALLENGE DAY 2 - Ada yang ketinggalan???. Haha, okey sebelum kulanjut cerita hari kedua, aku mau cerita, ada cerita di hari pertama yang belum aku ceritain nih. Ini ceritaku, sehabis sholat maghrib, sembari menunggu teman-teman yang bersiap-siap menuju Merlion Park, hehe. Gak tau sih ini lucu apa enggak, cuma kan ini ngelakuinnya di negara orang... Jadi tuh kan Bibah pakai sepatu selalu, gak bawa sendal, ke kamar mandi pun pakai sepatu. Jadilah basah sepatuku terkena air. Setelah sholat maghrib, aku menuju kamar mandi hostel, yang kamar mandinya itu umum. Di depan kamar mandi ada wastafel dan tergantung dengan kabel yang tidak panjang disana hair dryer berwarna pink. Aku langsung mengambil dan mencoba menghidupkannya, mencoba merasakan dengan tangan apakah sudah panas atau belum, hehe. Nah, setelah dirasa sudah cukup panas, aku melepaskan sepatuku yang basah dan mengarahkan hair dryer ke sepatu untuk mengeringkannya. Karena kaos kakinya juga basah, aku pun mengarahkannya ke kaos kaki juga tanpa dilepas dari kakiku. Disana sedari tadi kukira ada dua orang lelaki China karena bermata sipit. Mereka yang telah mencuci tangan dekat dengan wastafel dimana hair dryer diletakkan, ternyata mereka memperhatikan tingkahku, aku tertawa kecil tapi tetap sibuk sendiri saja, tak memperdulikannya, yang penting sepatuku kering, haha. 

Okay, lanjut ke cerita di hari kedua...
Kami mengawali hari bangun pagi, lalu mandi dan sholat subuh. Dasar para lelaki manja, minta dibuatkan sarapan. Sudah dibuatkan sarapan, malah kita perempuan dibilang galak bagaikan ibu-ibu komplek, hahaha, yaudahlah ya. Kami pun setelah siap bergegas menuju stasiun MRT dengan berjalan kaki dari hostel. Kami ingin menuju ke Global Halal Hub. Tempat dimana pengusaha muslim berada. Di Global Halal Hub ini yaitu supermarket yang menyediakan produk-produk halal. 

Ketika baru sampai di area GLOBAL HALAL HUB
Ketika baru sampai di area GLOBAL HALAL HUB


Kami tiba di tempat Global Halal Hub sebelum dibuka, sembari menunggu buka, kami melihat-lihat ke toko yang ada di seberang Global Halal Hub, toko QUECHUA. Disana banyak produk tas, sepatu, dan perlengkapan olahraga lainnya. Setelah pukul 10.00, kami berkumpul di Global Halal Hub. Disana kami disambut oleh pihak Global Halal Hub kemudian dipersilahkan masuk. Saat masuk, kami langsung disambut juga oleh Mr.Nazhir (Founder Global Halal Hub) beserta Mr.Ronnie (Co-Founder Global Halal Hub, Founder MY Outlets). Disana, kami diberikan ilmu dan diperkenalkan mengenai Global Halal Hub serta MY Outlets. Banyak diantara mahasiswa kampus Bisnis Umar Usman yang menawarkan produknya untuk bekerja sama agar bisa mengekspor dan dijual di Global Halal Hub ini. Yang sangat berpeluang ialah produk food & beverage.  Wah, Alhamdulillah, ya...  semoga usahanya dilancarkan... Setelah selesai, kami diperbolehkan mengambil produk yang disediakan untuk boleh diambil. Ada air mineral dan biskuit.

"Ibu-ibu komplek" yang buatkan sarapan - SINGAPORE CHALLENGE DAY 2
"Ibu-ibu komplek" yang buatkan sarapan - SINGAPORE CHALLENGE DAY 2
 


Random Team di Global Halal Hub - SINGAPORE CHALLENGE DAY 2
Random Team di Global Halal Hub - SINGAPORE CHALLENGE DAY 2 






Setelah dari Global Halal Hub, kami kembali menuju toko QUECHUA, disana Taufiq membeli sepatu. Kami juga menunggu Thama melihat-lihat sepatu. Kata kak Ira, "Udah beli aja tham, jangan kelamaan dipegangin n disholawatinnya". Haha. Sudah lama menunggu, ternyata tidak jadi membeli. Kami memutuskan untuk ke tujuan berikutnya, clue nya ialah "Bumi Bercincin". Ya, langsung tertebak, menuju Universal Studio. Sebelum keluar dari area Global Halal Hub, ditengah jalan kami kembali berdebat. Taufiq mengaku sudah kelaparan dan mengajak untuk makan siang terlebih dulu. Setelah beberapa kalimat penolakan dilontarkan, namun akhirnya Taufiq senang, kami jadi mau ikut makan, haha. Kami makan di restoran halal samping Global Halal Hub. Harganya cukup terjangkau dan rasanya enak.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju Universal Studio. Butuh perjalanan panjang kami lalui menuju Universal studio. Kami keluar dari area Global Halal Hub dengan berjalan kaki hingga ke halte bus. Dari halte bus menaiki bus menuju stasiun MRT. Stasiun MRT menuju Sentosa dan membeli tiket lagi senilai 4 dollar $SGD. Di Sentosa barulah sampai di Universal Studio, kami tidak masuk, hanya berfoto-foto di ikonnya saja, yakni yang katanya Bumi Bercincin, hehe.

Random Team di Universal Studio - SINGAPORE CHALLENGE DAY 2
Random Team di Universal Studio - SINGAPORE CHALLENGE DAY 2

Setelah berkumpul dengan tim akademik beserta kelompok lainnya juga, kami berfoto bersama dan kembali mendapat clue, "taman dengan pertunjukkan bergoyang". Ya, tujuan kami berikutnya yakni, Garden by the Bay. Tapi, sebelum kesana, kami diminta untuk mencari peluang di salah satu tempat. Kelompok kami memilih ke Mustofa Center. Kaki dan badan yang mulai pegal-pegal dan mulai mengantuk, ketika sedang transit dan berdiskusi di salah satu stasiun MRT, ada yang ketiduran. Haha, siapa dia? Sudah pakai jaket hijaber, ketiduran pula, bukan lain ialah Taufiq. Aku lupa, antara Kak Ira atau Mar'ah mengambil foto Taufiq sedang tidur, haha iseng, ya.

Setelah di Mustofa Center, kami menemukan sepeda yang bisa dipakai dengan aplikasi online. Ya, Kak Isra yang seringkali menemukan sepeda dan ingin mencoba meng-scannya, karena sudah menginstal aplikasinya. Taufiq yang penasaran pun, ikut mencobanya. Haha. Setiap di jalan jika menemukan sepeda, pastilah kak Isra selalu yang pertama kali menemukan dan ingin mencoba meng-scannya (ada barcodenya), haha lucu deh, pokoknya. Kalau melihat ada sepeda, pasti kami lapor ke Kak Isra. "Kak, ada sepeda lagi kak!" haha. 
Hari mulai malam, kami sudah kelelahan namun tetap harus melanjutkan perjalanan menuju Garden by The Bay. Tak kunjung menemui bus yang sesuai tujuan, daripada lama menunggu di halte bus, Thama berinisiatif untuk berjalan kaki, setelah Thama cukup jauh, kami baru menyusulnya. Haha, Thama ngambek ceritanya. Thama yang jalan lebih dulu, sedangkan kami bertiga (Bibah, Mar'ah, Kak Isra) berjalan ditengah, Taufiq dan Kak Ira yang asyik mengobrol jalan di belakang. Setelah perjalanan cukup panjang, kami tiba di Garden by The Bay dan menghubungi Mr.Fey kemana kita harus bertemu. Disana sudah banyak kelompok lain sampai lebih dulu dari kami. Setelah menunggu teman-teman yang lainnya sampai. Akhirnya tiba pertunjukkan yang mana taman tersebut bagai bergoyang diterangi lampu kerlap-kerlip dan berwarna-warni. Disana kami semua yang berada disana menyaksikannya sambil tiduran, karena tiangnya sangat tinggi dan bagai menjulang hingga ke langit.

Cantiknya GARDEN BY THE BAY ketika pertunjukkan
GARDEN by THE BAY 

Cantiknya GARDEN BY THE BAY ketika pertunjukkan
Cantiknya GARDEN BY THE BAY ketika pertunjukkan

Begitu cantiknya bukan, lampunya berganti-ganti warna. Masya Allah.
Setelah selesai dan mendapat pengarahan dari tim akademik, kami melanjutkan perjalanan kami dan ingin makan malam di Bugis Street. Sebelumnya, ditengah jalan kami berfoto bersama lagi dengan background Marina Bay. 

Marina Bay Sands
Marina Bay Sands

Foto bersama di Marina Bay Sands
Foto bersama di Marina Bay Sands

Setelah selesai makan malam di Bugis Street, kami bertemu dengan seorang bapak dan mengajak ngobrol sebentar. Lagi-lagi ada yang menunggu smbil ketiduran sambil duduk di depan tangga toko yang sudah tutup, bukan lain ialah Taufiq lagi. Hahaha. Tadinya ingin ditinggalkan, namun gagal karena ia terbangun. Kami ber6 menuju hostel dan menunggu di halte bus bersama. Kami menaiki bus dan mengetap kartu menuju hostel. Selama perjalanan, kami sering meminta hotspot dari Thama, khususnya Kak Isra yang sebagai penunjuk jalan dan mengandalkan google maps.Saat sudah berada di dalam bus yang sudah berjalan cukup jauh, tiba-tiba Kak Isra tersadar bahwa hotspotnya mati dan langsung memanggil, mencari Thama. Ternyata, Thama gak ada di bus! wah, Thama ketinggalan. Kak Isra yang cukup panik langsung mengajak kami turun di halte bus yang letaknya masih jauh dari Hostel. Namun kami tak kehilangan akal, kami terus berjalan kaki menuju hostel agar bisa memakai wi-fi hostel untuk menghubungi Thama. Kami yang panik tetapi tetap tertawa, karena untunglah Thama yang ketinggalan, karena ia memiliki kuota internet. Ya Allah, kasihan Thama. Haha. Cerita Thama yang panik karena kartu STPnya jatuh dan ketinggalan bus, mau memberhentikan sudah terlanjur berjalan. Ia pun berinisiatif menaiki bus selanjutnya dan melanjutkan perjalanan sampai ke hostel menaiki sepeda online, haha. Kami pun akhirnya tenang karena Thama sudah kembali ke Hostel dengan selamat. Alhamdulillah, Kami pun beristirahat dengan nyenyak.

 
Alhamdulillah, sekian cerita dari kami di Singapura hari kedua, semoga kalian yang membaca cukup terhibur, ya! haha.
Terimakasih, semoga hari kita dipenuhi manfaat...

Wassalamualaikum,

Salam Muslimah Inspiratif,

ANISA HABIBAH












 

Senin, 30 Juli 2018

SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM Day 1

Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah, Allah beri nikmat keselamatan hingga sampai di Indonesia setelah 3 hari lamanya kami mendapat kesempatan untuk berlibur ke Singapura. Aku Habibah, bersama 5 orang teman lainnya : Mar'ah, Kak Ira, Kak Isra, Thama dan Taufiq tergabung dalam satu kelompok. Yang namanya berkelompok, pastilah tak semua kepala berisi sama. Perbedaan tentunya selalu menghiasi.  Warna-warni perbedaan inilah yang ternyata membuat kami terlihat kompak, karena saling melengkapi, hehe Alhamdulillah...

Banyak orang bilang, bila ingin mengetahui sifat dan sikap seseorang, maka bersafarlah bersama paling sedikit tiga hari. Terbukti benar, sifat dan sikap kami terungkap selama kami bersafar, berjalan bersama di Singapura. Masya Allah betapa indahnya perbedaan jika disatukan dan saling melengkapi satu sama lainnya. Yang awalnya kami belum terlalu mengenal, akhirnya kami mengenal satu sama lain dan menambah lembaran cerita pengalaman mengesankan kami masing-masing. 

Sebenarnya, aku sendiri bingung harus memulai cerita darimana, karena terlalu banyak cerita seru yang akan menjadi kenangan bagi kami. Ceritanya pun bila diceritakan takkan habis-habis. Pun ingin dituliskan akan betapa panjang walau hanya tiga hari kami lalui hari bersama (hehe lebay, tapi beneran!). Tulisan ini hanya sepenggal dari beberapa kisah momen kami.

Jauh hari sebelum keberangkatan, saat di kampus kami memesan hostel di daerah Little India melalui aplikasi.Kami memesan 1 hostel yang sama dengan 2 kamar yang berbeda. Agar kami terus bersama, tak terpisah-pisah di negara orang, hehe. Memesan hostel saja perlu debat panjang antara tim lelaki dan perempuan, hahah, bayangkan saja, kami mulai berkumpul dari waktu setelah ashar hingga tiba adzan maghrib barulah mencapai kesepakatan.  

Hari kedua terakhir berkuliah, tepatnya 2 hari sebelum keberangkatan, yakni hari Selasa, kami diminta kumpul berkelompok untuk menuliskan jam keberangkatan serta tujuan kemana saja yang akan kami kunjungi selama di Singapura. Dan ternyata salah satu dari kelompok kami, Kak Ira, berangkat  sehari lebih dulu dari kami berlima. 

Ya, pada saat hari keberangkatan kami berlima bersama-sama dengan teman yang lainnya tiba di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno Hatta. Kami datang lebih awal, sehingga suasana masih lengang dan sepi, terasa seperti Bandara milik pribadi, haha.Sembari menunggu, kami berfoto-foto sebelum berangkat ke Singapura. Alhamdulillah, pesawat kami tiba dan bisa berangkat tepat waktu, pukul 11.05 WIB.

Tentu dengan hati dipenuhi rasa gembira, akhirnya mendarat dengan selamat di Singapura. Setelah padatnya mengantri imigrasi, kami menuju tempat penukaran pembelian kartu sim untuk hp. Di kelompok kami, hanya Thama yang membeli. Kami ingin berpatungan, namun Thama bilang, "gak usah". Masya Allah, baiknya Thama kan, ia ingin berbagi katanya, haha. Semoga Allah balas dengan pahala berlimpah , ya Thama! Aamiin... 

SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM

Sesampainya di Changi Airport, Terminal 4 - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
Sesampainya di Changi Airport, Terminal 4 - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM 

Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM


Setelahnya, kami ingin mencari tempat sholat, namun tak kami temui. Dari sini juga, kami bersyukur dilahirkan dan bertempat tinggal di Indonesia, yang mana sangat mudah untuk sholat. Kami pun memutuskan untuk segera menuju hostel, kami berpencar dari teman kelompok lain. Dari terminal 4 Changi menaiki bus, kami ke terminal 2 Changi menuju stasiun MRT. Sebelum menaiki MRT, kami membeli kartu Singapore Tourist Pass atau biasa disebut STP seharga 30 dollar Singapura($SGD).  Kami diberi peta saat membeli STP. Jadilah setiap ingin menaiki MRT, pasti berpedoman pada peta, hehe. Nah, jagonya pembaca peta ialah Mar'ah dan Kak Isra sebagai penunjuk arah jalan, sesekali Thama juga loh. Haha, kalau Bibah and Kak Ira sebagai followers ajalah, ya.Haha, enggak kok, Bibah sebagai pemecah clue dan Kak Ira yang suka ngevlog di kamera. Nah, kalau Taufiq, jagonya foto-foto dong!.

Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM
Ketika didalam MRT menuju Hostel - SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM

Seringkali gelak canda tawa kami lepas tak tertahankan. Ya, selama perjalanan, kami berkomitmen untuk tidak fokus pada gadget kami, agar kami menikmati setiap momen perjalanan kami. Gadget hanya dipakai sebagai penunjuk arah jalan selain peta. Untuk berfoto, kami mengandalkan kamera dari Taufiq dan Kak Ira, hehe. Sesekali di hp, jika ingin berselfie. Ohya, karena ini Challenge dari Kampus kami, kami diminta untuk berselfie bersama kelompok dan membuat vlog sebagai bentuk laporan kami tiap kali berada di suatu tempat kepada pihak kampus agar diberi 'Clue'.

Setelah tiba di Hostel lalu check in, kami beristirahat sejenak. Kembali melanjutkan perjalanan sehabis maghrib, menuju Merlion Park. Berjalan kaki dari Hostel menuju stasiun MRT, peta pun tak ketinggalan. Dari Stasiun MRT menuju Merlion Park, butuh berjalan kaki lagi menyusuri mall dan gedung hotel yang menjulang tinggi. Di Merlion Park, bertemulah kami dengan Kak Ira dengan teman-teman dari kelompok lainnya. 
Sebagaimana turis berwisata, kami langsung foto-foto bersama, hehe. Senangnya begitu tak terkira, Masya Allah. Bahkan sampai tak percaya, kami sudah berada di Singapura! 

Setelah puas berfoto-foto, karena sudah malam, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Bugis Street, untuk makan malam. Ya, disana tempat yang kami tuju karena terkenal dengan wisata kuliner halalnya. Kaki yang sedari pagi sudah berjalan-jalan pun mulai lelah. Sembari makan malam, kami yang sudah mendapat clue dari Mr.Fey, berusaha memecahkan clue tersebut. Bibah, yang memang pernah jadi anak pramuka, hehe, Alhamdulillah sudah mengetahui bahwa yang terdapat pada clue tersebut ialah sandi kotak!. 

Nah, dari sandi kotak tersebutlah kami mengetahui kemana tempat yang harus kami tuju selanjutnya esok pagi! Kemana tuh, kemana ya? ke Global Halal Hub, supermarket yang semua produknya halal. Ya, pengusahanya ialah seorang Muslim. Setelah makan malam, kami menuju hostel untuk beristirahat. Ada suatu kejadian tepatnya di hostel disamping hostel kami, yang membuat ramai. Kami hanya mengamati dari kejauhan di seberang jalan. Karena mengantuk, kami masuk ke hostel dan kamar masing-masing untuk beristirahat agar kembali fresh beraktivitas esok hari.

Demikian cerita hari pertama di Singapura. SINGAPORE CHALLENGE with OUR RANDOM TEAM! Wohooo...! Gak sabar mau cerita lagi di blog selanjutnya, 
See you on my next blog! 

Wassalamu'alaikum...

Salam Muslimah Inspiratif,

ANISA HABIBAH




Kamis, 19 Juli 2018

BERBAIK SANGKA : Buah Manis dari Sabar dan Syukur

Assalamu'alaikum...

Dalam hidup, sebenarnya banyak sekali yang bisa kita syukuri dari berbagai aspek. Hal apapun itu, jika kita berbaik sangka dan bisa melihatnya dari segi kebaikannya. Sangat indah jika hidup ini kita jalani dengan rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi nikmat. Seringkali, orang-orang menganggap nikmat itu hanyalah yang jika ia mendapatkannya ia merasa senang. Padahal, nikmat yang sebenarnya adalah segala sesuatu pemberian dari Allah, dari hal baik maupun yang buruk. Yang jika ia bersyukur akan nikmat-Nya, sesuai janji-Nya maka akan ditambah lagi nikmat dariNya.

Sesuai dari yang telah dituliskan di atas, dalam hal apapun itu, jika kita berbaik sangka dan bisa melihat dari segi kebaikannya. Ketika kita mendapati suatu keburukan, maka berbaik sangkalah kepada Allah. Mungkin saja dengan keburukan tersebut, Allah mau kita bisa berubah jadi lebih baik. Atau ada hikmah baik lainnya dibalik keburukan tersebut. Nah, dalam bersyukur juga harus bisa bersabar. Ya, menurutku sabar dan bersyukur bisa disebut menjadi 1 paket. 1 paket yang bisa dijadikan sebagai penolong dalam hidup. 

Ujian hidup pun sebenarnya adalah nikmat terindah dari Allah. Aku percaya, setiap ujian hidup yang dijalani dengan bersabar dan bersyukur akan berbuah manis.  Ya, seperti yang aku rasakan saat ini. Apa yang aku rasakan saat ini Insya Allah bisa disebut sebagai buah manis yang aku dapatkan dari Allah setelah aku melewati berbagai ujian hidupku. Ujian hidup yang seperti apa? begini ceritaku...

BERBAIK SANGKA : Buah Manis dari Sabar dan Syukur
BERBAIK SANGKA : Buah Manis dari Sabar dan Syukur


Aku kini menyadari, bahwa setiap manusia ialah ujian bagi dirinya sendiri dan  bisa jadi ujian bagi orang lain. Ya, saat masa kecilku, bisa jadi aku adalah bagian dari ujian bagi orang tuaku. Saat aku mulai bertumbuh dan memasuki masa dewasaku, inilah ujian untukku sebenarnya. Ujian hidup bagi orangtuaku, dimulai sejak aku masih bayi. Atau bisa jadi dimulai dari aku masih dalam buaian kandungan. Ketika aku masih dalam kandungan sampai dilahirkan, begitu banyak perubahan pada ayah dan ibuku. Nikmat kesenangan mereka dapatkan. Mulai dari ayahku yang mendapat kenaikan gaji, mendapatkan fasilitas rumah layak huni dari kantor, mendapat lingkungan pergaulan yang islami sehingga mereka memutuskan untuk berhijrah. Dan kesenangan-keberkahan lainnya.

Allah Maha Adil, Allah Maha Penyayang. Berbaik sangkalah selalu kepada-Nya. Ayah dan Ibuku hijrah menuju ke arah yang lebih baik, lebih mendalami ilmu agama. Mungkin kelahiranku juga sebagai ujian atas hijrah ayah ibuku. Allah ingin menguji apakah ayah ibuku benar-benar ingin menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Dan Insya Allah sebagai pelebur dosa orangtuaku di masa lalu mereka. Allah memberikan ujian yang nikmat, 1 anak perempuan yang spesial  untuk orang tuaku. Ya, itu aku, hehe. 

Kesenangan dunia ini sungguh bersifat sementara. Ya, ayahku senang saat itu mendapatkan nikmat kesenangan dunia yang melimpah. Namun, kesenangan itu mulai goyah ketika aku dilahirkan. Yang semula ketenangan berubah menjadi kekhawatiran. Kekhawatiran yang seperti apa?

Bagi yang mengenalku, tentulah sudah mengerti keadaanku. Bagi yang membaca tulisan ini diluar kenalanku, semoga bisa menginspirasi kalian semua ya, Insya Allah... 

Ada link blogku dalam bahasa Inggris mengenai masa kecilku bisa kalian baca klik di sini ya :) 

Nantikan di tulisan yang berikutnya ya... hehe. Supaya nikmat dalam membacanya. Tetap semangat dalam menjalani hidup, sabar dan syukur kuncinya :).

Terimakasih, semoga hari-hari kita dipenuhi dengan manfaat!

Wassalamu'alaikum...

Salam Muslimah Inspiratif,

ANISA HABIBAH



 


Senin, 09 Juli 2018

Sibuk Mengejar Impian, Manusia Jarang Menyadari Ini

Assalamu'alaikum...

Hari ini Alhamdulillah aku masih diberi kesehatan. Aku harap saudara-saudariku muslim-muslimah di manapun berada juga sama, ya. Selalu diberi kesehatan dan dalam lindungan-Nya. Setiap yang terlahir di dunia ini, pastilah memiliki manfaat. Kuyakin Allah takkan menciptakan sesuatu yang sia-sia. Maka dari itulah, aku memiliki impian. Impianku sangatlah banyak yang bertujuan untuk menebar manfaat seluas-luasnya dan bermanfaat bagi banyak orang. Tentulah tujuanku ini dikarenakan aku ingin mendapat ridho dari Allah. Sukses dunia dan sukses akhirat. Do'akan aku ya, agar bisa selalu menebar manfaat...

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Manusia Allah berikan berbagai kelebihan dan kekurangan. Yang jika manusia itu berpikir, tentulah kekurangan tersebut tidaklah begitu mengganggu baginya. Justru kekurangan tersebut ia jadikan pelengkap hidup, kekurangan ia jadikan bahan bakar semangat untuk bergerak jauh lebih baik lagi. Suatu kelebihan yang dimiliki, ia fokuskan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat baginya. Ya, fokus pada kelebihannya daripada terus merundungi kekurangannya.

Sibuk Mengejar Impian, Manusia Jarang Menyadari Ini
Sibuk Mengejar Impian, Manusia Jarang Menyadari Ini - anisahabibahuu.blogspot.co.id


Fokus pada kelebihan lantas tak berarti membuat kita bisa angkuh dan bertingkah laku semena-mena. Mengingat bahwa dunia ini milik Allah, sangat mudah bagi Allah, IA bisa saja mencabut segala nikmat kelebihan tersebut kapan saja, untuk mengingatkan kita. Atau yang lebih parahnya lagi, jika Allah tidak peduli lagi dengan kita, Allah biarkan kita tenggelam dalam keangkuhan dan tingkah semena-menanya kita namun tetap mendapat kenikmatan. Ini namanya Istidraj, hati-hati dengan Istidraj, ini sungguh berat. Semoga Allah selalu lindungi kita dari Istidraj. Tentulah kita menginginkan keberkahan dari Allah selalu. Untuk mendapat keberkahan dari Allah, lakukanlah apapun yang Allah sukai. Bagaimana caranya? Lakukan hal-hal positif yang semuanya karena Allah, melakukan kebaikan sesuai perintah dan aturan-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Senantiasa taat kepada Allah.

Kalau hidup ini selalu mengharap keberkahan dari-Nya, berharap untuk mencapai keridhoan-Nya disertai senantiasa berusaha taat kepada-Nya, tentulah hidup ini terasa begitu mudah, begitu indah, meskipun banyaknya ujian-ujian yang harus kita lewati. Mengenai ujian, Allah tak akan pernah menguji hamba-Nya kecuali sesuai kesanggupannya. Begitu baiknya Allah kepada hamba-hamba-Nya. Ya, Allah Maha Penyayang. Allah selalu ingin dekat dengan hamba-Nya. Namun kita sebagai hamba-Nya, pernah berpikirkah, maukah kita dekat dengan-Nya?. Sangat disayangkan, kita sibuk mengejar impian dan seringkali tak sadar, malahan lalai terhadap perintah-Nya. Astaghfirullahaladziim. 

Maka dari itulah, selalu bersemangat dalam hal yang baik, jangan engkau lemah. Allah menyukai hambaNya yang kuat. Kuatkan usaha dan perbanyak do'a kepada Allah, karena Allah Maha Penolong. Bergantung dan berharap hanya kepada Allah, Insya Allah kita semua bisa menggapai impian, sukses dunia dan sukses Akhirat. Aamiin... Allahumma Aamiin... . 

Akupun sedang berproses mencapai impian, demi meraih ridho Allah. Insya Allah, aku percaya Allah berikan yang terbaik untukku. Selalu bersyukur dan terus semangat, ya...Semoga hari-hari kita penuh manfaat...

Wassalamu'alaikum...

SALAM SEMANGAT MUSLIMAH INSPIRATIF,

ANISA HABIBAH